Ex Machina: Sebuah AI yang Sempurna

Ketika manusia 'tertipu' oleh manipulasi dari program AI (Kecerdasan Buatan). Akankah program kecerdasan buatan yang diciptakan oleh Nathan menjadi sesuatu yang nyata dimasa depan nanti?

exmachina-movie.com

Ex Machina (2015) merupakan salah satu film sci-fi favorit saya. Menurut saya plot ceritanya sangat menarik. Tapi mungkin bagi sebagian orang yang suka film ringan dan ga pake mikir udah pasti ga bakalan suka film ini.

Karena makna yang akan disampaikan dari dialog-dialognya membuat penonton sedikit mikir. Kecuali kalo yang nonton sudah paham sebelumnya logika dari 'Turing Test'.

Turing test adalah test untuk menentukan suatu mesin komputer yang mampu menunjukkan kecerdasan buatan yang tidak dapat dibedakan dari manusia.

Simplenya ketika manusia berinteraksi dengan komputer dan jika manusia tidak tau jika dia berinteraksi dengan komputer. Test dinyatakan lulus yang artinya komputer memiliki kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Di film ini menceritakan seorang programmer muda Caleb (Domnhnall Gleeson) memenangkan undian seminggu di alaska untuk 'menguji' mega karya dari bosnya Nathan (Oscar Isaac) seorang multibillionaire jenius pendiri search engine terbesar di dunia, BlueBook.

Sesuatu seperti Google atau Facebook saat ini.

Caleb diminta untuk mengevaluasi (turing test) ciptaan terbaru dari Nathan, yaitu suatu program artificial intelligence yang menyerupai robot cantik, Ava (Alicia Vikander).

behance.net
Singkat cerita..

behance.net
Nathan karena kejeniusannya, dia mengganggap bahwa dirinyalah yang paling hebat & benar. Sehingga ini membuat dirinya buta akan kepintarannya. Karena hal sesungguhnya yang tidak bisa diukur dengan kepintaran & logika yaitu bentuk kesadaran dari robot-robot yang ia ciptakan sendiri.

Caleb "jatuh cinta" kepada Ava. Karena, melihat Ava menunjukkan emosi "suka" padanya. Dia dibutakan oleh cinta dan menerima mentah-mentah semua yang dikatakan Ava kalau semua yang dikatakan Nathan itu bohong. Apalagi dia melihat banyak tubuh robot yang ia yakini itu adalah bentuk abuse Nathan terhadap isolasi Ava.

- Nonton ini sih jatuhnya ini film bernuansa drama-thriller.

So, udah pasti program AI lolos turing test. Ava ini jelas AI yang sempurna, dengan itu dia ingin bebas keluar dari ruangan yang dibatasi kaca. Gimana gak ingin bebas, dia diisolasi dan diceritain sama Caleb betapa indahnya (alam) dunia luar sana. Pasti ingin keluar bebas dengan segala cara dong.

Ava memanipulasi rasa "sukanya" kepada Caleb. Dia memanfaatkan Caleb untuk membebaskannya. Selamat ini ternyata Ava tidak benar-benar suka dengannya. Caleb tertipu ia cuma dijadikan "alat untuk melarikan diri" Ava.

Kalo menurut saya, Nathan sebenarnya udah antisipasi. Dia udah prepare dan mengontrol semua sistem keamanan.

One day the AIs are going to look back on us the same way we look at fossil skeletons on the plains of Africa. An upright ape living in dust with crude language and tools, all set for extinction. -Nathan Bateman

Terbukti itu mengapa Ava di isolasi. Karena prototipe sebelumnya 'ngamuk' ingin keluar (berusaha kabur) dengan cara memecahkan kaca tapi gagal.


Tapi ya itu, kejutannya datang dari "kebodohan" Caleb.

Intinya sih dari film ini kita bisa ambil kesimpulan:
Intelligence > Emotions.

Hubungan interaksi antara manusia dan komputer didalam film ini jelas terlihat dari:
- Komunikasi verbal antara Caleb dan robot Ava.
- Smart home yang diimplementasikan pada tempat hunian Nathan (Kata dia sih tempat fasilitas laboratorium riset). Salah satu contohnya, pada saat Caleb mau masuk di pintu rumahnya ada teknologi komputer yang dapat membuat "keycard" melalui Face Recognition. Ya kaya diparkiran mall ajalah.. Bedanya ini kartu bukan sembarang kartu. Bisa digunain masuk ke ruangan-ruangan tertentu yang udah diprogram tentunya. Terus juga ada fotonya! kaya Polaroid.

Antarmuka (Interface) yang ada pada film ini di rancang dengan gaya yang modern, minimalis & 'clean sinematic'.

thecreatorsproject.vice.com

Interface computer yang sangat terlihat adalah pada sistem operasi & programming software. Desainnya menurut saya sangat futuristik dan mungkin konsep seperti ini akan menjadi desain antarmuka masa depan nanti.

behance.net

behance.net

behance.net

behance.net

thecreatorsproject.vice.com

thecreatorsproject.vice.com

Terakhir..

Ada situs resminya yang keren banget! https://ava-sessions.com/



Disini kita bisa upload foto kita dan di dalam situs tersebut ada sistem yang bisa melacak ekspresi dan emosi wajah. Nanti dibuat seperti gambar sketch yang bisa kita download juga.

www.creativereview.co.uk
Ava Sessions. Interaktif website yang awalnya untuk promosi Ex Machina. 

www.creativereview.co.uk
Ya pokoknya filmnya keren!! Mulai dari storrytelling, acting dan dialog rumitnya dibikin simple enak untuk diikuti.

Terus juga ya visual & spesial efeknya keren banget! ga salah sih kalo film ini menang Oscar dalam kategori visual efek.

Semuanya menurut saya komplit. Film ini juga cukup membuat emosi penonton dimainkan. Apalagi pas endingnya!!

Kalo ini bener terjadi di 20 atau 50 tahun mendatang. Bakalan serem sih.

Kira-kira bakal ada sekuel keduanya ga ya ?